Pages

Wednesday, March 6, 2019

Jadi Selebgram Cilik, Orang Tua Moonella Punya Cara Khusus Kenalkan Anak Pada Penggemar

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkah lucu Moonella yang diunggah di akun instagram pribadinya @babymoonella membuat banyak orang gemas.

Terlihat dari jumlah pengikut di instagram selebgram cilik itu yang mencapai 1,2 juta akun.

Dengan banyaknya penggemar, orangtua Munel, panggilan akrab bocah empat tahun itu punya trik agar sang anak bisa dekat dengan penggemarnya.

Baca: Hasto: Baru Kali Ini Ada Presiden yang Paling Rajin Kunjungi Aceh, Itu Pak Jokowi

Ibunda Munel, Merry Inggriani menceritakan karena putrinya belum tahu kalau ia terkenal sehingga ia memperkenalkan para penggemar Munel dengan mengistilahkan kalau banyak yang menyayangi Munel.

“Dia tahunya kalau ke mall banyak yang foto dia tahunya itu, aku memperkenalkannya Monel itu banyak yang sayang, banyak yang suka jadi harus baik,” kata Merry saat ditemui di acara Early Learning Centre di Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

Baca: Akademisi Sebut Batas Minimum Usia Pemilih Perlu Dinaikkan Agar Jumlahnya Tidak Membengkak

Sama seperti anak lainnya, Munel juga suka merasa cranky atau tidak mood ketika diajak foto oleh para penggemarnya misalnya saat bertemu di Mall.

Biasanya jika Munel dalam keadaan mood yang tidak baik, Merry menjelaskan kepada Munel kalau para om tante mungkin hanya saat itu bisa bertemu dengan Munel sehingga Munel bisa seru lagi saat diajak foto.

Baca: BPN Sebut Ada Kemungkinan Penyusup Masuk dan Sengaja Jatuhkan Citra Prabowo-Sandi

“Cuman kadang ngajak foto dimana saja kadang pas dia lagi bete. Kita juga ngerti sih mereka kapan lagi ketemu Munel,” ujar Merry.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/seleb/2019/03/07/jadi-selebgram-cilik-orang-tua-moonella-punya-cara-khusus-kenalkan-anak-pada-penggemar

Akademisi Sebut Batas Minimum Usia Pemilih Perlu Dinaikkan Agar Jumlahnya Tidak Membengkak

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akademisi ilmu politik Universitas Indonesia Valina Singka Subekti menyebut batas minimum usia pemilih dalam ajang pesta demokrasi perlu dinaikkan dari 17 tahun ke usia lebih matang lagi.

Tujuannya, agar jumlah pemilih tidak membengkak.

"Di sini usia pemilih ditentukan 17 tahun, kalau di Jepang itu 20 tahun. Saya kira batas usia ini perlu ditambah supaya jumlah pemilih tidak begitu besar," kata Valina di KPU RI, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Baca: Hasto: Baru Kali Ini Ada Presiden yang Paling Rajin Kunjungi Aceh, Itu Pak Jokowi

Dia mengatakan jumlah 192.828.520 pemilih dalam Pemilu tahun ini dirasa cukup besar.

Terlebih Program Keluarga Berencana (KB) disebutnya tidak sesukses.

"Program KB di negara kita termasuk yang tidak sukses belakangan ini, tidak seperti zaman orde baru," katanya.

Sebab itu, menurutnya soal wacana menaikkan batas minimum usia pemilih perlu dikaji kembali.

Baca: Jokowi Pesan Bantuan PKH untuk Tambahan Gizi Anak Bukan Keperluan Pribadi

Lebih lanjut, Valina juga cermati mekanisme penghitungan suara secara manual di pemilu 2019 bisa menyebabkan molornya waktu keputusan final hasil pemilu.

Bahkan, kata dia, publik butuh waktu selama satu bulan lamanya supaya bisa mengetahui secara pasti siapa pemenangnya.

"Kita butuh waktu satu bulan untuk mengetahui hasil pemilu," ujar Valina.

Padahal kata dia, perkembangan teknologi informasi dewasa ini bisa dimanfaatkan dalam proses penghitungan suara.

Baca: Prabowo Temui Pendukungnya di Subang

Selain lebih cepat, mekanisme penghitungan lewat unsur teknologi juga dapat menjamin keamanan tiap suara pemilih.

Ke depan, Pemerintah diharapkan bisa concern soal masalah waktu penghitungan suara tersebut supaya bisa di revisi ulang.

"Masalah penghitungan ini perlu dimasukkan dalam revisi Undang-undang Pemilu, kedepan," katanya.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2019/03/07/akademisi-sebut-batas-minimum-usia-pemilih-perlu-dinaikkan-agar-jumlahnya-tidak-membengkak